Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Sejarah Indonesia Dari Sebelum Hingga Sesudah Merdeka

Bendera Indonesia
Bendera Indonesia
Indonesia adalah salah satu negara Benua Asia di kawasan Asia Tenggara dan juga merupakan Negara Anggota ASEAN bersama dengan FilipinaKambojaLaosMalaysiaMyanmarSingapuraThailandBrunei Darussalam dan Vietnam.

REPUBLIK INDONESIA
Semboyan
Bhinneka Tunggal Ika
Ideologi
Pancasila
Merdeka
17 Agustus 1945
Lagu Kebangsaan
Indonesia Raya
Ibu Kota
Jakarta
Bahasa Resmi
Indonesia
Bahasa Daerah
Kurang lebih 700 bahasa
Kelompok Etnik
Kurang lebih 300 Suku





Agama

87,2% Islam
9,9% Kristen
—7,0% Protestan
—2,9% Katolik Roma
1,7% Hindu
0,7% Buddha
0,2% Konfusianisme
dan lainnya
Pemerintahan
Negara kesatuan bersistem Republik presidensial
Presiden
Joko Widodo
Wakil Presiden
Ma'ruf Amin
Ketua MPR
Bambang Soesatyo
Ketua DPR
Puan Maharani
Ketua DPD
La Nyalla Mattalitti
Ketua Mahkamah Agung
Muhammad Hatta Ali
Legislatif
Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR)
Majelis Tinggi
Dewan Perwakilan Daerah (DPD)
Majelis Rendah
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)
Luas Wilayah
Perairan (%)
191093 km2 (737815 sq mi)
4,85
Total Penduduk 
261.115.456 (Pekriraan 2016)
PDB (KKB)
 - Total
 - Per kapita
2019
$3.740 triliun
$14.020
PDB (nominal)
 - Total
 - Per kapita
2019
$1.100 triliun
$4.120
Gini (2017)
🔼39.5
sedang
IPM (2018)
▲ 0.707
tinggi
Mata uang
Rupiah (Rp) (IDR)
Zona waktu
beragam (UTC+7 sampai +9)
Format tanggal
DD/MM/YYYY
Lajur kemudi 
kiri
Kode telepon 
+62
Kode ISO 3166 
ID
Domain Internet
.id

Sejarah Singkat Indonesia sejak zaman penjajahan Bangsa Portugis, Jepang, hingga Merdeka. Dan juga sejarah Pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI), Orde Baru, Reformasi, sampai Pemilu Pertama yang diadakan di Indonesia.
 

Sejarah Indonesia

Sejak awal, Indonesia telah dihuni oleh banyak suku yang memiliki kebudayaan dan kepercayaan adat yang berbeda. Sebelum masuknya agama Islam ke Indonesia di abad ke-13, Agama yang paling banyak dianut oleh masyarakat Indonesia Pada abad pertama dan kedua adalah Hindu.

Dua abad kemudian tepatnya pada abad ke-15, masyarakat di sebagian besar kepulauan memilih masuk Islam. Agama Islam lalu terus bertahan dan menjadi agama yang paling banyak dianut oleh orang Indonesia saat ini.

Pada abad ke-16 tepatnya di tahun 1509 Portugis masuk ke Nusantara melalui Melaka dan menjajah Indonesia selama hampir 1 abad. Kekuasaan Portugis di bumi pertiwi berakhir setelah dikalahkan oleh Belanda.

Belanda yang berhasil menaklukan Portugis kemudian mengambil alih kekuasaan. Awalnya pada abad ke-17 dan 18 Hindia Belanda tidak langsung dikuasai secara langsung oleh pemerintah Belanda tapi oleh perusahaan dagang bernama Perusahaan Hindia Timur Belanda (Verenigde Oostindische Compagnie) atau dikenal dengan singkatan VOC.

Perusahaan tersebut mendirikan pos-pos di pulau Jawa, dalam upaya untuk mengendalikan perdagangan rempah-rempah hingga VOC secara resmi dibubarkan pada 1 Januari 1800.

Setelah Napoléon (Prancis) menaklukkan Belanda pada tahun 1811, Wilayah-wilayah yang dimiliki Belanda menjadi milik Prancis namun Belanda kembali mendapatkannya 5 tahu kemudian dari Inggris.

Pada tahun 1922, Indonesia dijadikan bagian integral dari kerajaan Belanda. Selama Perang Dunia II, Jepang merebut wilayah Hindia Belanda dari tangan Belanda.

Merdeka & Pasca Merdeka

Jepang menduduki Hindia Belanda selama 3 tahun yakni sejak 1942 sampai 1945. Setelah Jepang menyerah, Sukarno dan Hatta kemudian memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.

Pasukan sekutu, yang masih berhasrat menguasai Indonesia mengiriman tentara india untuk melawan milisi nasionalis guna menegaskan kembali status quo sebelum perang dan sampai kedatangan pasukan Belanda kembali ke Indonesia.

Warga Indonesia yang mengetahui hal ini kemudian memberikan perlawanan dengan melawan pasukan Britania dan India Britania. Yang paling terkenal adalah pertempuran Surabaya pada 10 November 1945.

Pada 15 November 1946, draf kesepakatan tentang pembentukan Uni Indonesia-Belanda tercapai, tetapi perbedaan dalam interpretasi mengakibatkan munculnya banyak pertempuran antara tentara Belanda dan nasionalis.

Namun menyusul banyaknya korban yang berjatuhan akibat perang ini para pemimpin di kedua belah pihak sepakat untuk melakukan gencatan senjata (Berdamai).

Pengalihan kedaulatan terjadi di Amsterdam pada 27 Desember 1949. Pada Februari 1956, Uni Indonesia-Belanda dibubarkan saat Indonesia meninggalkannya pada tahun 1956.

Pada tahun 1963, Nugini Belanda dipindahkan ke Indonesia dan berganti nama menjadi Irian Barat, yang menjadi Irian Jaya pada tahun 1973 dan Papua Barat pada tahun 2000.

Partai Komunis Indonesia (PKI)

Soekarno dan Hatta memiliki pandangan yang berbeda tentang "demokrasi terpimpin", dan di bawah pemerintahan Sukarno, Partai Komunis Indonesia (PKI) terus meningkatkan pengaruhnya.

Soekarno terus mendapatkan dukungan massa untuk kebijakannya. Akan tetapi  adanya perebutan kekuasaan yang kian hari kian meningkat antara militer dan PKI membayangi pemerintahannya.

Puncaknya terjadi pada tanggal 30 September sampai awal bulan selanjutnya (1 Oktober) tahun 1965 ketika tujuh perwira tinggi militer Indonesia beserta beberapa orang yang lain dibunuh dalam suatu usaha kudeta (yang hampir sekaligus).

Tujuh pejabat tinggi yang dibunuh tersebut adalah:
  1. Letjen TNI Ahmad Yani (Menteri/Panglima Angkatan Darat/Kepala Staf Komando Operasi Tertinggi)
  2. Mayjen TNI Raden Suprapto (Deputi II Menteri/Panglima AD bidang Administrasi)
  3. Mayjen TNI Mas Tirtodarmo Haryono (Deputi III Menteri/Panglima AD bidang Perencanaan dan Pembinaan)
  4. Mayjen TNI Siswondo Parman (Asisten I Menteri/Panglima AD bidang Intelijen)
  5. Brigjen TNI Donald Isaac Panjaitan (Asisten IV Menteri/Panglima AD bidang Logistik)
  6. Brigjen TNI Sutoyo Siswomiharjo (Inspektur Kehakiman/Oditur Jenderal Angkatan Darat)
  7. Lettu CZI Pierre Andreas Tendean tewas dalam usaha pembunuhan tersebut.
Para korban tersebut kemudian dibuang ke suatu lokasi di Pondok Gede, Jakarta yang dikenal sebagai Lubang Buaya. Mayat mereka ditemukan pada 3 Oktober.

Selain itu beberapa orang lainnya juga turut menjadi korban:
  • Bripka Karel Satsuit Tubun (Pengawal kediaman resmi Wakil Perdana Menteri II dr.J. Leimena)
  • Kolonel Katamso Darmokusumo (Komandan Korem 072/Pamungkas, Yogyakarta)
  • Letkol Sugiyono Mangunwiyoto (Kepala Staf Korem 072/Pamungkas, Yogyakarta)
Dalam bulan-bulan setelah peristiwa ini, semua anggota dan pendukung PKI, atau mereka yang dianggap sebagai anggota dan simpatisan PKI, semua partai kelas buruh yang diketahui dan ratusan ribu pekerja dan petani Indonesia yang lain dibunuh atau dimasukkan ke kamp-kamp tahanan untuk disiksa dan diinterogasi.

Pembunuhan-pembunuhan ini terjadi di Jawa Tengah (bulan Oktober), Jawa Timur (bulan November) dan Bali (bulan Desember). Berapa jumlah orang yang dibantai tidak diketahui dengan persis. perkiraan yang konservatif menyebutkan 500.000 orang, sementara perkiraan lain menyebut dua sampai tiga juta orang. Namun diduga setidak-tidaknya satu juta orang menjadi korban dalam bencana enam bulan yang mengikuti kudeta itu.

Orde Baru

Orde Baru lahir dari diterbitkannya Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) pada tahun 1966, yang kemudian menjadi dasar legalitasnya. 

Orde Baru bertujuan meletakkan kembali tatanan seluruh kehidupan rakyat, bangsa, dan negara pada kemurnian pelaksanaan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Soeharto mengambil alih tampuk pemerintahan dan perlahan-lahan melengserkan Soekarno dari jabatannya, menyelesaikan konsolidasi kekuasaannya pada tahun 1967.

Di bawah Soeharto militer mengambil peran menyeluruh dalam urusan nasional, dan hubungan dengan Barat ditingkatkan. Perekonomian Indonesia membaik secara dramatis dan pemilihan umum diizinkan, meskipun kelompok oposisi dikontrol dengan ketat.

Pendudukan Indonesia di Timor Timur

Pada tahun 1975, Indonesia menginvasi bekas jajahan Portugis, Timor Timur. Dengan persetujuan Amerika Serikat dan desakan Australia, Indonesia melancarkan Operasi Seroja, sebuah operasi invasi militer ke Timor Timur pada 7 Desember 1975 dengan banyak menggunakan senjata dan perlengkapan Amerika Serikat. Hasilnya, Timor Timur menjadi provinsi Indonesia pada 17 Juli 1976. 

Pada musim panas 1997, Indonesia mengalami kemunduran ekonomi besar, bersama dengan sebagian besar ekonomi Asia lainnya. Bank mengalami kegagalan dan nilai mata uang Indonesia, rupiah, anjlok.

Demonstrasi dan kerusuhan antipemerintah pecah, terutama ditujukan pada etnis Tionghoa yang makmur. Ketika krisis ekonomi semakin dalam, demonstran mahasiswa menduduki parlemen nasional, menuntut penggulingan Suharto.

Pada 21 Mei 1998, Suharto mengundurkan diri, mengakhiri 32 tahun kekuasaannya, dan menyerahkan kekuasaan kepada Wakil Presiden B. J. Habibie.

Timor Timur Menjadi Negara Merdeka

Setelah lengsernya Soeharto, banyak terjadi kerusuhan dan kekerasan di wilyah-wilayah Indonesia seperti provinsi Aceh, Ambon (di Maluku), Kalimantan, dan Irian Jaya.

Tetapi tidak ada kekerasan yang lebih brutal dan tidak adil daripada di Timor Timur. Presiden Indonesia B. J. Habibie tidak diduga mengeluarkan referendum kemerdekaan Timor Timur pada februari tahun 1999.

Tiga tahun setelah referendum, Timor Timur kemudian resmi menjadi negara merdeka pada 2002 dan berganti nama menjadi Republik Demokratik Timor Leste.

Era Reformasi

Era Reformasi atau Pasca Soeharto dimulai pada pertengahan 1998, tepatnya saat Presiden Soeharto mengundurkan diri pada 21 Mei 1998 dan digantikan wakil presiden BJ Habibie.

Pada pemilu yang diselenggarakan pada 1999, partai PDI-P pimpinan Megawati Soekarnoputri berhasil meraih suara terbanyak (sekitar 35%). Tetapi karena jabatan presiden masih dipilih oleh MPR saat itu, Megawati tidak secara langsung menjadi presiden. 

Abdurrahman Wahid, yang merupakan pemimpin PKB, partai dengan suara terbanyak kedua saat itu, terpilih kemudian sebagai presiden Indonesia ke-4. Megawati sendiri dipilih Gus Dur sebagai wakil presiden.

Masa pemerintahan Abdurrahman Wahid diwarnai dengan gerakan-gerakan separatisme yang makin berkembang di Aceh, Maluku dan Papua. Selain itu, banyak kebijakan Abdurrahman Wahid yang ditentang oleh MPR/DPR.

Pemilu Pertama

Pemilu 2004 merupakan pemilu pertama di mana rakyat dapat memilih langsung presiden dan wakil presiden pilihan mereka. Pemenang Pilpres 2004 adalah Susilo Bambang Yudhoyono.

Pilpres ini dilangsungkan dalam dua putaran, karena tidak ada pasangan calon yang berhasil mendapatkan suara lebih dari 50%.

Post a Comment for "Sejarah Indonesia Dari Sebelum Hingga Sesudah Merdeka"